Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Wednesday, 5 August 2009

Susahnya Jadi Advokat


Dulu sebelum saya dilantik jadi Advokat, keinginan untuk menjadi Advokat begitu mengebu-gebu. Alasannya sederhana yaitu mau membela orang yang lemah sekalian juga agar supaya diri sendiri mengerti hukum dan tidak di "plokoto" orang lain.

Setelah setelah menjadi seorang Advokat, terbukalah mata saya ternyata apa yang dipelajari di bangku kuliah tidak sesuai dengan kenyataan alias das sein tidak sesuai dengan das sollen sehingga membuat hati ini kecewa.

Hal-hal yang membuat saya kecewa adalah :

  1. Ternyata masih ada praktek perduitan alias pake duit abis perkara alias KUHAP (Kasih Uang  Habis Pekara), HAKIM (Hubungi Aku Kalau Ingin Menang).
  2. Seringkali dianggap Advokat adalah "benalu" ketika kita beracara di Kepolisian dan Kejaksaan.
  3. Ada anggapan yang jelek dari masyarakat bahwa Advokat selalu membela yang bayar (padahal sih emang benar, tapi ya harus proposional).
  4. Seringkali klien tidak jujur terhadap kita.

Tapi selain itu ada hal-hal yang positif misalnya

  1. Saya menjadi lebih penyabar.
  2. Pikiran akhirnya terbuka.
  3. Lebih berhati-hati bila menghadapi suatu masalah.
  4. Mendapatkan pengalaman baru.
  5. Dapat membantu orang lain.
  6. Ada kepuasan batin ketika kita membela orang yang susah dan kita memenangkannya.

Yah begitulah menjadai Advokat memang susah-susah gampang apalagi Advokat yang masih junior harus sabar dan ulet. Jadi bagi Mahasiswa Fakultas Hukum yang ingin terjun dalam dunia Litigasi sebaiknya coba bergabung atau magang (dalam arti membantu tugas-tugas diluar litigasi) dengan para senior kalian yang sudah memiliki ijin  praktek agar supaya menambah pengalaman, tetapi jangan lupa belajar yang rajin agar nantinya tidak kedodoran dalam dalam menempuh bangku kuliah.

Salam damai/Peace!

(Catatan : gambar diambil dari danscartoons.com)

No comments: